Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi sektor keuangan, USSI Dewata Teknologi menghadirkan m-Pise Digital sebagai platform yang dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi digital berbasis kearifan lokal Bali. Platform ini menjadi upaya konkret dalam mengharmoniskan transformasi digital dengan nilai-nilai adat yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Bali.
Bali merupakan salah satu destinasi wisata internasional utama yang terus mengalami pertumbuhan signifikan, baik dari sisi jumlah kunjungan maupun kualitas layanan. Namun, di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang semakin terbuka, Bali tetap mampu mempertahankan adat, budaya, dan agama tradisionalnya. Ketahanan ini tidak terlepas dari peran institusi adat yang hingga kini masih diakui dalam sistem hukum positif di Indonesia.
Keberadaan institusi adat tersebut tidak hanya berfungsi dalam pengaturan sosial dan wilayah, tetapi juga merambah sektor ekonomi melalui Lembaga Perkreditan Desa (LPD). LPD merupakan lembaga keuangan milik desa adat yang memiliki karakteristik unik, karena dibangun berdasarkan prinsip kepercayaan, kebersamaan, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat adat.
Sejak didirikan pada tahun 1984, LPD telah menunjukkan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat Bali. Dari awalnya hanya berjumlah delapan LPD, kini jumlahnya berkembang menjadi 1.439 LPD yang tersebar di 1.488 desa adat di seluruh Bali. Pertumbuhan ini mencerminkan besarnya peran LPD dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa adat.
m-Pise Digital Menjawab Tantangan Zaman
Namun, tantangan zaman menuntut LPD untuk terus beradaptasi. Digitalisasi dan keterbukaan informasi di sektor keuangan menjadi keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Tanpa inovasi dan pemanfaatan teknologi, keberlanjutan LPD di masa depan berpotensi menghadapi hambatan.
Menjawab tantangan tersebut, USSI Dewata Teknologi mengembangkan m-Pise Digital sebagai platform layanan digital yang secara khusus diperuntukkan bagi LPD dan krama desa adat. Aplikasi ini tidak hanya memfasilitasi transaksi keuangan, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi, aman, dan tetap berada dalam koridor nilai-nilai adat Bali.
Direktur USSI Dewata Teknologi menyampaikan bahwa m-Pise Digital lahir dari kesadaran bahwa transformasi digital harus berjalan seiring dengan pelestarian kearifan lokal.
“Kami meyakini bahwa teknologi tidak boleh menghilangkan jati diri lokal. m-Pise Digital dirancang sebagai alat untuk memperkuat LPD dan desa adat, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya,” ujar Direktur USSI Dewata Teknologi.
Pandangan serupa disampaikan oleh Bapak Wayan Sudiarta, S.E., Pamucuk LPD Desa Adat Penarungan, yang melihat digitalisasi sebagai peluang strategis bagi LPD.
“LPD harus mengikuti perkembangan zaman, namun tetap berpijak pada adat. Kehadiran m-Pise Digital membantu kami meningkatkan pelayanan kepada krama desa sekaligus menjaga agar perputaran ekonomi tetap berada di lingkungan desa adat,” ungkapnya.
Melalui m-Pise Digital, USSI Dewata Teknologi berharap dapat mendorong LPD di seluruh Bali untuk menjadi motor penggerak ekonomi desa adat yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Platform ini diharapkan menjadi contoh bahwa digitalisasi tidak selalu identik dengan sentralisasi, melainkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis kearifan budaya.